You are here: Event Aksi Tuntut Mundur Tito Karnavian Bukan dari Front Syarikat Islam

Aksi Tuntut Mundur Tito Karnavian Bukan dari Front Syarikat Islam

Surel Cetak PDF
1587 readings

Front Syarikat Islam Indonesia

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia membantah melakukan aksi demo yang mendesak mundurnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebaliknya, justru memberi dukungan penuh terhadap kepemimpinan Tito dalam memimpin Korps Bhayangkara.

"Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai sosok Jenderal yang cerdas dan dekat dengan masyarakat, terbukti dengan sikap Kapolri yang selama ini merangkul ormas-ormas Islam yang ada," kata Juru Bicara Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia M Azizi Rois, dalam jumpa pers di Kantor DPP Syarikat Islam Indonesia, Jalan Prof. Dr. Latumeten Raya No. 16, Jakarta Barat, Sabtu (26/5) sore.

Pernyataan sikap didukung dan dihadiri Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), Pertahanan Ideologi Syarikat Islam Indonesia (PERISAI), Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI), Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia (MPSI), Pemuda Muslimin Indonesia, dan Wanita Syarikat Islam Indonesia.

Dukungan kepada Jenderal Tito tersebut, sekaligus sebagai klarifikasi atas aksi demo yang mengatasnamakan SEMMI dan PERISAI beberapa waktu lalu.

“Jika ada serangkaian aksi, pernyataan atau tuntutan yang mengatasnamakan SEMMI dan PERISAI namun tidak sesuai dengan pernyataan pada kesempatan kali ini, maka bukanlah bagian dari anggota kami yang tergabung dalam Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia," kata Azizi.

Ia menambahkan aksi tersebut hanya dilakukan sekelompok orang sekadar untuk mengambil keuntungan sesaat. Perbuatan tersebut, katanya, sangat tidak beretika. "Jika mereka ingin mengembangkan organisasi maka harus membentuk organisasinya sendiri," katanya.

Pergerakan Front Syarikat Islam Indonesia menegaskan dukungannya terhadap kinerja Kapolri beserta jajarannya, Diyakini, Polri akan semakin maju, profesional, mengayomi dan dicintai rakyat.

Selain itu, Polri dan TNI dinilai semakin mampu meminimalisir bahkan menangkal segala gangguan yang dapat mengancam persatuan bangsa. (np)




Berita Terkait: