Rabu, 18 Juli 2018

Headlines:

Wawancara  |   Profil  |  Crime Story  |  Investigasi  Tips Suara Pembaca 

You are here: Profil Ada Titisan Hoegeng di Polda Sumsel

Ada Titisan Hoegeng di Polda Sumsel

Surel Cetak PDF
3620 readings

Aipda Andi Hzn (kiri) dan Mandala Sinuhaji (kanan)

Polisi ideal itu masih ada. Bisa jadi jumlahnya juga sangat banyak. Paling tidak kisah petani jeruk dari Tanah Karo, Mandala Sinuhaji pada Senin, 11 Juni 2018 lalu membuktikan kalau aparat berseragam coklat itu sangat layak diidolakan.

Dalam perjalanan dengan keluarga dari Bekasi dengan tujuan Medan, Mandala  berencana lewat jalan lintas timur, untuk menghindari Simpang Meo.

Bagi Mandala. Simpang Meo ini punya kesan menakutkan. Saat masih kuliah di Semarang, pria ini kerap pulang ke Medan menggunakan bus. Berkali-kali terjadi peristiwa menakutkan akibat ulah begal yang saat itu masih gencar beraksi. Akibatnya sangat jarang orang  berani melintas di kawasan itu pada malam  hari.Perjalan kali ini sangat berbeda, semuanya lancar.

Sayangnya, saat memasuki wilayah Sumsel, Mandala mengambil jalur kiri sehingga rencana melintasi jalur timur pun berubah ke arah jalur tengah. Artinya, mau tidak mau harus melewati Simpang Meo. Karena hari sudah memasuki malam, Mandala memutuskan menginap di Martapura.

Berangkat keesokan harinya, saat melintas Simpang Meo, kendaraan yang dikemudikan Mandala mogok. Dicoba distarter, tetap tidak bisa.  
Saat perbaiki mobil

Memang hari masih siang tapi Mandala dan keluarga mulai  panik karena tidak tahu harus berbuat apa. Untung saat itu muncul muncul seorang polisi yang kemudian diketahui bernama Aipda Andi Hzn, Kanit Patroli Satlantas Polres Ogan Komering Ulu (OKU).

Dengan santun polisi ini menyapa dan setelah mengetahu situasi, mobil Mandala pun dipinggirkan. Tidak cukup sampai di situ, petugas ini juga berusah mengotak-atik mobil Mandala tapi tetap tidak menunjukkan hasil.

Atas inisiatif petugas ini, mekanik pun didatangkan. Ternyata  perlu fuel injection yang harus didatangkan dari Baturaja, sekitar 50 Km dari lokasi. Spare part datang, ternyata masih tidak bisa hidup karena kendaraan memerlukan skring yang harus juga dibeli ke Baturaja.

Artinya, dalam waktu singkat mekanik sudah sudah dua kali ke Baturaja.Memasuki malam Kasat Lantas AKP Chandra Kirana Putra serta kepala desa Tangsi Lontar, Samsurizal pun datang ke lokasi. Keluarga Mandala pun ditawarkan menginap di rumah kepala desa itu.

Sementara Aipda Andi Hzn yang terus mendampingi mengatakan kalau keselamatan Mandala dan keluarga serta kendaraan dijamin polisi. Malam itu Mandala dan keluarga diantar dengan mobil patroli untuk menginap di Baturaja.

“Terus terang  pelayanan aparat ini membuat saya merasa seperti tamu kelas satu,” ujar Mandala.Selama dua hari di Kabupaten OKU, Mandala merasa sangat dilayani dengan tulus. Aipda  Andi, di tengah kesibukannya mengatur kelancaran arus mudik, masih sempat menawarkan kendaraan pribadinya kepada Mandala.  

Malah mengajak keliling serta buka puasa bersama. Musibah mobil mogok seakan terlupakan akibat pelayanan yang diterima di daerah asal Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.

Mobil selesai diperbaiki, saatnya pamit pulang. Saat itu Mandala berpikir, tidak ada makan siang yang gratis. Apalagi berurusan dengan polisi, bukan mustahil lapor hilang kambing jadi hilang kerbau.

Sejumlah uang pun dipersiapkan istri Mandala untuk diserahkan kepada Aipda Andi dan anggota lainnya sebagai tanda terimakasih. Tapi sungguh mengejutkan, ketika sampai di rumah Aipda Andi, ternyata polisi ini sudah menyiapkan dua kotak oleh-oleh khas dari OKU.


Termasuk bekal makanan dijalan.Dan saat stri Mandala menyerahkan uang sebagai hadiah  Lebaran,  dengan halus Aipda Andi menolak dan mengatakan,

“Gaji kami sebagai polisi cukup, bu. Tugas kami memang melindungi,  mengayomi dan melayani masyarakat. Pergunakan saja uang itu untuk perbaikan mobil.

”Sungguh,  di tengah maraknya tudingan miring kepada polisi, ternyata pelayanan yang diberikan Aipda Andi sangat menyejukkan. Sangat luar biasa.Mandala pun berujar dalam hati, ternyata polisi impian itu masih ada. “Saya merasa titisan Pak Hoegeng ada di Polda Sumsel ini,” katanya.

Mandala merasa,  kebijaksanaan Polri sudah berhasil diterapkan anggota di lapangan. Paling tidak itu yang dirasakan Mandala dan keluarganya selama mengalami musibah mobil mogok itu. “Semoga tindakan aparat kepolisian ini menginspirasi jajaran kepolisian lain di seluruh Indonesia,” harap Mandala. (tra)




Berita Terkait: