|
PORTALKRIMINAL.COM - BOGOR :Perumahan elit dengan penjagaan ketat Bogor Nirwana Residence (BNR) di wilayah Bogor Selatan Kota Bogor disatrono tiga perampok bersenjata tajam, Selasa (16/2) sore. Ke tiga pelaku datang dengan mengendarai mobil warna hitam tanpa ada curiga dari tiga satpam yang berjaga di pos Cluster The Panorama.
Sebaliknya, dua wartawan media nasional dari Detik.com dan Pos Kota yang hendak meliput kejadian, malah di sandera oleh kepala penjaga keamanan BNR. Tidak hanya itu, sikap tidak terpuji yakni mendorong wartawan dilakukan penjaga hunian bertarif miliaran rupiah ini.
Menurut informasi, rumah yang disatroni perampok adalah milik seorang pengusaha yang kini bermukim di Australia. Rumah mewah dua lantai yang berlokasi di Blok 3 No 7 ini didobrak paksa pintu depan, karena tidak kunjung dibuka pintu oleh pembantu Atun.
Anak korban, Triadi kepada Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah yang tiba dilokasi, mengatakan kekecewaannya atas sistim pengamanan yang tidak seperti di janjikan pengembang sewaktu membeli rumah dilokasi ini.
“Mereka janjinya pengamanan berlapis dengan sistim masuk keluar yang sangat ketat. Tapi kenapa ini malah dirampok,” kata Triadi kepada Kasat Irwansyah dan wartawan.
Atun, pembantu tinggal bersama suaminya Suwandi. Namun saat kejadian suami Atun sedang bekerja di Lolongok, salah satu rumah ayah Triadi yang sedang direnovasi. Atun kepada p[etugas mengatakan, saat suaminya keluar, berpesan padanya agar tidak mebuka pintu bagi tamu selain dirinya.
“Begitu pintu diketuk, saya intip dari kaca yang ada di pintu, ternyata bukan suami, makanya saya tidak buka pintu. Nggak lama, mereka langsung dobrak dan merangsek masuk dan langsung mebgikat tangan dan kaki saya,” kata Atun.
Korban yang tidak dilukai oleh perampok, baru meloloskan diri setengah jam kemudian dan langsung menuju pos satpam untuk mebuat pengaduan. Tidak lama kemudian petugas dari Polsek Bogor Selatan tiba dilokasi. Dari rumah mewah bertarif Rp 1,7 miliar ini, para pelaku berhasil mebawa kabur 3 televisi berukuran besar dan 1 buah laptop milik Triadi, anak pemilik rumah.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah didampingi Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan, Iptu Bambang Gunardi mengatakan, hingga saat ini, pihaknya tengah memeriksa empat saksi, termasuk dua satpam jaga. Irwansyah mengaku heran, Adi Suryadi, satu dari dua satpam yang dimintai keterangan, mengaku tidak mengenal jenis dan nopol mobil, padahal mereka sendiri yang meberi kartu tanda masuk bagi tiga pelaku.
“Sedang kami perdalam keterangan satpam dan saksi korban lainnya. Dugaan keterlibatan satpam hingga saat ini belum terbukti,” tandas Irwansyah. (dio)
|