Selasa, 07 September 2010
17:42 Obok-obok Lokalisasi Dolly, Puluhan PSK dan Hidung Belang Digaruk PDF Cetak E-mail
Rabu, 17 Maret 2010 17:42

PORTALKRIMINAL.COM - SURABAYA : Untuk menciptakan kondisi kamtibmas di wilayahnya, pihak Polresta Surabaya Selatan dan seluruh jajarannya dikerahkan untuk melakukan operasi penertiban di lokalisasi Dolly Surabaya, Rabu (17/3/2010). Hampir tiga jam lamanya, pihak Polres Surabaya Selatan yang dipimpin Kapolres Surabaya Selatan AKBP Bahagia Dachi mengobok-obok lokalisasi terbesar se Asia Tenggara tersebut.

Dari operasi itu seluruh wisma di lokalisasi tersebut diperiksa satu persatu oleh polisi yang terlibat dalam operasi tersebut. Bahkan para PSK dan pria hidung belang yang sedang “ main” pun menjadi sasaran mereka. Operasi tersebut berhasil diamankan 28 PSK dan 24 pria hidung belang yang tidak memiliki identitas.

Menurut AKBP Bahagia Dachi, operasi ini merupakan rutin dari pihaknya untuk menciptakana kamtibmas di lokasi Surabaya Selatan. “Wilayah Dolly ini merupakan benang merah dan sangat rentan konflik. Makanya kami sering melakukan operasi disini untuk menciptakan kamtibmas di Dolly biar masyarakat aman. Selain itu kami juga ingin mencegah adanya perdagangan manusia anak dibawah umur di lokalisasi ini," ujar Dachi.

Terhadap 28 PSK dan 24 pria hidung belang tersebut, AKBP Bahagia Dachi mengatakan bahwa mereka di bawa ke Mapolres Surabaya Selatan karena tidak bisa menunjukkan identitas yang jelas sehingga nantinya di Mapolres akan dilakukan pendataan terhadap yang bersangkutan.

”Kami akan melepas mereka kembali kalau sudah didata, selain itu mereka nanti juga akan diberikan pengarahan dan pembinaan misalnya bahayanya penyakit AIDS yang mematikan tersebut," terangnya.

Selain mengamankan 28 PSK dan 24 pria hidung belang, pihak polres Surabaya Selatan juga mengamankan 2 ABK (Anak Buah Kapal) yang memiliki kewarganegaraan Sri Langka. Dua orang itu bernama Thudawe Hewage Ananda(25) dan Ruvinant Priyo Darashana (35). 


Dua orang tersebut tidak memiliki identitas lengkap saat dilakukan operasi tersebut. Namun, setelah teman ABK tersebut yang berada dipelabuhan mengantarkan identitasnya maka keduanya oleh pihak kepolisian dilepas.

“Dari pengakuan mereka kapalnya sedang sandar dan datang ke Dolly keduanya untuk bersenang-senang. Kami tidak melarang mereka karena itu hak mereka. Mereka berdua lupa tidak bawa identitas dan ketika temannya membawakan identitasnya ke kami barulah kami lepas," ujar Dachi. (has)

 


Berita Terkait:


PORTAL FOTO


JAKARTA, 6/9 - PENUMPANG LIAR. Puluhan penumpang duduk di atas gerbong sebuah KRL yang melintas di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (6/9)..(ant)
KARO, 6/9 - AMATI GUNUNG SINABUNG. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono (kiri) mengamati Gunung Sinabung dengan lensa khusus di Kabupaten Karo, Sumut, Senin (6/9).(ant)
JAKARTA, 6/9- PENGAMANAN TERMINAL. Polisi berjaga-jaga di depan Terminal Pulogadung, Jakarta, Senin ( 6/9). Pengamanan tersebut dalam rangka mengantisipasi situasi sejalan dengan peningkatan jumlah calon penumpang di terminal tersebut menjelang Idul Fitri.(ant)