Minggu, 05 September 2010
Rapor Polri Banyak Merah nya PDF Cetak E-mail
Sabtu, 03 Juli 2010 15:34

Oleh : Sadono Priyo*
Berbagai kalangan mengkritisi peran Polri pada HUT ke-64 Bhayangkara. Ada apreasi yang diberikan masyarakat terhadap keberhasilan Polri, terutama pemberantasan terorisme. Prestasi Densus 88 Polri mendapat acungan jempol baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Tapi di sisi lain, masih banyak keluhan masyarakat. Kultur korps berseragam cokelat ini belum banyak berubah, meski sudah 10 tahun lebih memisahkan diri dari TNI. Peran polisi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat masih sebatas pada lip service atau ucapan belaka.

Pengamat kepolisian Prof Adrianus Meliala  PhD mengatakan, sejauh ini peran Polri khususnya Densus 88 Antiteror dalam memberantas terorisme memang patut diacungi jempol. "Capaian-capaian Polri harus diakui, khususnya di bidang pemberantasan terorisme. Tapi, itu saja kan belum cukup. Polri mempunyai multifungsi. Masih banyak PR yang belum dituntaskan, khususnya di bidang perubahan kultur terkait masalah pelayanan dan pengayom masyarakat," kata staf pengajar Universitas Indonesia itu.

Menurut Adrianus, Polri mempunyai multifungsi. Ada yang berperan lembut, tapi juga harus ada yang berperan sebagai polisi yang menyeramkan. Ia menegaskan, sisi akuntabiltas masih perlu didorong untuk dijabarkan agar publik mengetahui sejauh mana kinerja kepolisian. Misalnya, polisi punya kewenangan upaya paksa,
punya teknologi untuk membongkar kejahatan, dan punya anggaran untuk menegakkan hukum.

"Sejauh mana hal-hal tersebut itu sudah dilaksanakan? Apakah masyarakat sudah merasa lebih aman? Apakah penggunaan teknologi makin meningkatkan capaian dalam pengungkapan kasus? Apakah cara-cara yang ditempuh polisi sudah membuat aman?" kata dia.

"Sebenarnya banyak cara untuk membuat masyarakat aman. Karena itu, polisi harus bisa mem-breakdown (menjelaskan) tentang akuntabilitas itu kepada masyarakat. Masalah-masalah itu harus selalu diangkat, karena polisi kita adalah lembaga profesional, bukan lembaga tukang ketik," kata Adrianus.

Rapor Merah

Sementara itu, Koordinator Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane memberi catatan, Masih banyak PR yang belum terselesaikan, meski Polri sudah mandiri.

"Ingat lho, sejak Polri mandiri atau terlepas dari TNI, negara memberi anggaran besar terhadap Polri. Menurut catatan IPW, anggaran Polri naik 1.000 persen. Tapi, naiknya anggaran itu belum diimbangi dengan pencapaian sesuai yang diharapkan," kata Neta S Pane.

Ia memberikan contoh kemampuan polisi dalam menyelesaikan masalah pidana rata-rata masih di bawah 30 persen. Bahkan penyelesaian kasus pencurian kendaraan bermotor yang menduduki urutan tertinggi dalam tindak kejahatan
konvensional masih di bawah 10 persen. "Saya menilai, rapor polisi banyak merahnya. Makin banyak anggaran yang
diberikan, tapi tidak sebanding dengan kenerja di bidang memberantas kejahatan. Masyarakat harus terus mengkritisi, karena makin banyak dana yang diserap," kata Neta menegaskan.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardimendesak institusi Polri di hari ulang tahunnya ini melakukan reformasi totaldengan meluruskan semangat kemandirian sebagaimana yang digagas Presiden KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Saya prihatin, institusi Polri sekarang hancur lebur. Semua ini akibat petinggi Polri membiarkan institusinya untuk diacak-acak kekuatan luar," kata Adhie M Massardi di Jakarta, kamis.
Adhie mengaku sangat prihatin dengan kondisi Polri saat ini yang dinilainya sudah hancur dan berada pada titik rendah ketidakpercayaan masyarakat. Adhie memberikan contoh, bekas Kapolda Jatim Irjen Herman SS justru digusur
ketika mau menjalankan tugasnya sebagai "bayangkara demokrasi" dalam proses Pilgub Jatim yang diduga banyak terjadi penyimpangan.

Belum Sempurna


Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dalam sambutan pada Hari Bhayangkara ke 64 mengakui bahwa dalam melaksanakan tugas selama ini jajarannya masih memiliki berbagai kekurangan sehingga belum mampu memenuhi harapan masyarakat. Karena itu, dia selaku pimpinan Polri meminta maaf kepada seluruh masyarakat.
"Saya sebagai pimpinan Polri memohon maaf atas berbagai kekurangan dan kelemahan

Polri sehingga belum mampu memberi pengabdian yang terbaik kepada masyarakat," ucap Kapolri di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (1/7).

Terkait kritikan berbagai kalangan atas kekurangan Polri, Kapolri meminta kepada seluruh anggota Polri untuk menyikapi kritik itu dengan arif dan bijaksana.

"Untuk dijadikan bahan renungan bagi kita semua. Saya selaku pimpinan Polri memerintahkan kepada seluruh anggota untuk tegak berdiri kukuh seperti batu karang di tengah lautan. Apa pun dinamika yang dihadapi, harus tetap tegak
berdiri sebagai Bayangkara sejati," kata Kapolri disambut riuh tepuk tangan ribuan anggota Polri yang hadir, mulai perwira tinggi dan menengah, prajurit, purnawirawan, hingga keluarga polisi.
Kapolri kemudian berjanji memperbaiki kinerja jajarannya ke depan.

"Yakin dan percaya dalam perjalanan Grand Strategi II di akhir 2014 kita akan berikan yang terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Polri akan terus berupaya secara konsisten untuk terus perbaiki segala kekurangan sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat," kata Kapolri.(* Pengamat Kriminal)



 


Berita Terkait:


PORTAL FOTO


SURABAYA, 5/9 - SINDIKAT CURANMOR. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung (kanan) memberikan kendaraan bermotor kepada pemiliknya yang merupakan salah satu dari korban sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat gelar kasus di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (5/9).(ant)
NAGRAK, 5/9 - BUKA PUASA KOALISI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat beramah tamah dengan Wapres Boediono (2 kiri), Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Ketua Umum Partai Persatuan Daerah yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Presidium Forum Persatuan Nasional Oesman Sapta Odang saat acara silahturahmi dan berbuka puasa bersama partai politik koalisi di pendopo Puri Cikeas Indah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/9)..(ant)
JAKARTA, 5/9 - MUDIK BERSAMA. Sejumlah peserta mudik bersama berada di dalam salah satu bus yang akan mengantarkan mereka ke kampung halaman saat acara Pulang Kampung Gratis yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan supermarket di area parkir selatan, kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (5/9).(ant)