Cara Memilih Dokter Anak di Kala Pandemi, Cek di SehatQ

02.00

Ketika anak demam atau batuk yang tak kunjung sembuh, Anda memutuskan untuk membawanya ke dokter anak. Namun saat pandemi agak mengkhawatirkan untuk mengajak anak periksa di tempat praktek dokter yang ramai. Karena takut tak ada physical distancing di sana. Rasanya dilema karena anak butuh diperiksa tapi khawatir malah tertular corona dari Rumah Sakit.

Ananda Sakit dan akan Diperiksa Dokter Anak, Padahal Masih Pandemi? Periksa di SehatQ

Jangan paranoid saat membawa anak berobat ke dokter. Ini beberapa tipsnya:

1. Bawa ke Klinik Kecil

Saat ini sudah ada klinik yang walau tempatnya mungil, namun ada praktek dokter anak. Carilah klinik yang kecil karena logikanya, pasien yang datang akan lebih sedikit daripada di Rumah Sakit. Membawa anak untuk periksa di klinik yang relatif lebih sepi akan aman karena bisa lebih mudah untuk jaga jarak dan menghindari kerumunan yang bisa menularkan corona.

2. Cari Klinik yang Lengkap dengan Apotek

Walau klinik yang menyediakan layanan dokter anak relatif kecil, namun cari yang sudah dilengkapi dengan apotek. Setelah diperiksa, maka tinggal menebus obat di apotek sebelahnya. Anda tak usah membeli obat ke tempat lain dan membawa anak ke sana, lantas bertemu dengan banyak orang. Selain menghemat uang transportasi, juga meminimalisir penularan virus covid-19 dari OTG di apotek yang ramai.

3. Periksa ke Tempat praktek Dokter Rumahan

Ketika tidak ada klinik terdekat maka carilah tempat praktek dokter anak yang lain. Biasanya ia juga membuka layanan di rumahnya sendiri. Tempat praktek rumahan juga lebih aman daripada Rumah Sakit karena relatif lebih sedikit pasiennya, sehingga bisa jaga jarak.

4. Panggil Dokter Anak ke Rumah

Jika ada dokter yang mau dipanggil ke rumah, maka akan lebih baik lagi. Walau biayanya lebih tinggi, namun akan aman karena anak tak usah keluar rumah dan kena resiko tertular corona dari OTG. Coba tanyakan ke dokter anak langganan apakah ia bersedia datang ke rumah, khusus di masa pandemi ini.

5. Pastikan Rumah Sakit Menaati Protokol Kesehatan

Saat tidak ada klinik atau praktek dokter rumahan, maka Anda terpaksa membawa anak ke Rumah Sakit untuk berobat. Namun pastikan tempat itu benar-benar memenuhi protokol kesehatan. Misalnya, tiap pasien yang masuk diperiksa suhu badannya dengan alat scan yang ditembak ke dahi. Juga wajib pakai masker (yang bisa didapatkan di toko SehatQ), bukan hanya face shield. Ada jarak antar kursi pasien dan ruangan rajin dibersihkan dengan desinfektan.

6. Pilih Jam Praktek Pagi

Sebelum pergi ke Rumah Sakit, pilih praktek dokter anak pada jam pagi karena biasanya jumlah pasien yang datang lebih sedikit daripada praktek sore atau malam. Di pagi hari, anak juga lebih segar dan mood-nya baik sehingga kooperatif saat diperiksa. Cek jadwal praktek dokter di berbagai Rumah Sakit di SehatQ.

7. Lihat Seberapa Parah Sakit Anak

Ketika anak hanya demam biasa atau batuk ringan, maka berikan obat yang bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter. Karena kondisinya tak terlalu parah, jadi hindari Rumah Sakit atau klinik yang bisa meningkatkan resiko ketularan corona. Namun jika demamnya tak kunjung sembuh setelah 3 hari, baru bawa ke tempat praktek dokter.

Membawa ananda ke dokter anak saat masa pandemi memang butuh strategi khusus, agar ia tak kena virus covid-19 dari pasien lain. Cari tempat alternatif seperti di klinik kecil atau praktek rumahan. Jika terpaksa ke Rumah Sakit, maka pastikan di sana memenuhi standar protokol kesehatan yang ketat.

0 komentar